Cara Menjaga Integritas Di Tengah Pembelajaran Jarak Jauh

Cara Menjaga Integritas Di Tengah Pembelajaran Jarak Jauh

Dikarenakan pandemi COVID-19 membuat terjadinya perubahan budaya akademik, dunia akademik saat ini seakan dipaksa menjadi dunia serba daring. Hal ini biasa lebih dikenal dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan sudah diterapkan hampir di seluruh tingkat pendidikan sejak Maret 2020 silam. Tentu saja, perubahan atau transisi pola belajar mengajar yang biasanya hanya offline saja menjadi ke online membawa berbagai macam tantangan. Untuk pihak sekolah juga tentunya untuk para siswa.

Bisa dibilang salah satu tantangan yang dihadapi oleh dunia pendidikan Indonesia adalah kurangnya platform klikwin88 dan infrastruktur yang memadai. Berdasarkan data yang ada, tercatat hanya ada 34% siswa yang memiliki perangkat komputer di rumah. Sangat jauh jika kita bandingkan dengan negara-negar lain seperti Denmark, Belanda, ataupun Polandia, yang memiliki rata-rata 95% siswa dengan perangkat komputer di rumahnya.

Ada juga faktor kendala teknis seperti sinyal internet yang tidak stabil, listrik mati, serta keterbatasan paket data ada juga tantangan lain yang harus dihadapi. Yakni bagaimana cara mempertahankan integritas akademik di lingkungan pembelajaran jarak jauh. Karena, membuat jalinan guru-siswa yang kuat saat evaluasi online lebih susah. Walau sebenarnya jalinan ini dapat pastikan kredibilitas akademis masih tetap berjalan dengan baik..

Sebutlah saja, sepanjang PJJ, semua wujud pekerjaan dilaksanakan di dalam rumah. Bukan mustahil, resiko beberapa pelajar lakukan plagiarism juga besar. Karena itu dibutuhkan standard ketentuan untuk evaluasi, terlebih bila terkait dengan pengecekan atau penetapan pekerjaan pelajar yang sesuai basis online.

Untuk jaga kredibilitas akademis ke ruangan evaluasi online, ada tiga hal yang perlu dipertahankan saat instansi pengajaran terus adopsi evaluasi lewat cara online.

1. Menggerakkan pengajar untuk membuat komune kelas yang memiliki komitmen atas kredibilitas akademis.

Ini memiliki arti jika tiap guru harus membuat pengetahuan bersama antara pelajar berkenaan makna kredibilitas akademis, dan kenapa itu wajib. Meningkatkan jalinan positif dengan pelajar lewat komunikasi reguler dapat menolong pengajar perkuat ketergantungan pelajar mereka dengan kaidah dan arah evaluasi.

2. Memadukan kredibilitas akademis ke serat kurikulum dan penilaian pelajar. Instansi pengajaran dan pengajar harus membuat kesempatan dalam kurikulum online untuk memandang pengetahuan konseptual pelajar mengenai beberapa prinsip yang diberikan. Ini bisa diraih lewat aktivitas seperti penilaian buku terbuka, pra-persetujuan topik makalah tesis dan kerap, kuis dengan penilaian rendah. Bersamaan dengan memakai beragam sistem penilaian, pengajar harus pastikan jika pelajar pahami bagaimana mereka akan dipandang dan membuat penilaian yang direncanakan untuk dapat sontek lebih susah. Sesudah penilaian, pelajar bisa didorong untuk mengulas pendekatan mereka pada pekerjaan, membagi rekomendasi yang diambil atau meringkas apa yang sudah mereka dalami.

3. Manfaatkan tehnologi untuk memberikan dukungan usaha instansi. Ada beragam alat yang ada untuk menolong beberapa pengajar dan instansi menegakkan kredibilitas akademis dalam program online, terhitung piranti lunak untuk diagnosis plagiarism dan penilaian dan operan balik digital, dan pelajar harus mengetahui jika alat ini sedang dipakai. Program pertemuan video dapat berperan sebagai pengawas virtual sepanjang ujian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top